Tujuh Kata Bijak untuk Sahabat

Kata bijak untuk sahabat mengandung nasehat, inspirasi, dan motivasi. Menjadi hikmah bagi diri kita dan menjadi secercah cahaya petunjuk untuk sahabat-sahabat kita. Kebaikan bukan hanya dengan sikap saja. kata yang keluar dari mulut seorang sahabat, sangat berarti dan bermanfaat.
Pertama: Kebutuhanmu.
Berdoalah kepada Tuhan Pemilik Semesta Alam. Sandarkanlah setiap keputusan untuk mendapat keridhaan-Nya. Semoga menjadi kebaikan bagi diri dan bermanfaat untuk orang lain. Janganlah pernah berdoa agar Dia membuatmu tidak butuh pada manusia.
Semua kebutuhan manusia, selalu saling terkait di antara manusia dan lingkungannya. Layaknya hubungan setiap anggota badan kita. Berdoalah agar Tuhan menjadikan kita tidak butuh pada orang-orang jahat di antara manusia.
Untuk memenuhi kebutuhan diri, cintailah diri sendiri dan temukan potensi terbaik darinya. Penuhilah semua keinginan dengan menjaga harga diri, yakinlah bahwa Tuhan tidak akan membiarkan begitu saja setiap usaha dan doa kita.
Kedua: Penerimaan Diri Sendiri.
Penerimaan pada diri sendiri begitu penting untuk mewujudkan keinginan-keinginan. Pelajarilah dulu semua pendapat dan pertimbanganmu akan keinginan itu. Tiga hal yang harus diketahui agar kebutuhan itu tercapai dalam usahamu:
Pertama, menganggapnya kecil agar kepercayaan diri kita muncul untuk mendapatkan hasil yang besar.
Kedua, merahasiakannya agar dia segera terwujud. Banyak orang terlalu banyak bicara hingga menimbulkan berbagai pandangan dari orang lain, akhirnya kita disibukkan oleh keinginan orang lain. Bukan terfokus pada usaha mewujudkan keinginan itu.
Ketiga, lakukan keinginan itu dengan segera supaya semakin mendekati keberhasilannya.
Ketiga: Amanat Untukmu.
Seorang bijak Ali bin Abi Thalib karomahullahu wajhah. mengamanatkan tiga hal sebagai jalan keselamatan, yaitu:
Takut kepada Allah dalam keadaan sembunyi atau terang, hiduplah sederhana dengan penerimaan potensi diri yang dimiliki, baik ketika miskin ataupun kaya berkecukupan harga. Terakhir, berlaku adil ketika sedang marah maupun ridha.
Keempat: Muliakan Keluargamu.
Keluarga kita terjalin kuat dengan hubungan darah dan kebaikan di antara manusia. Orang lain menjadi dekat ibarat saudara karena kebaikan yang kita sukai. Saudara menjauh seperti orang asing bagi kita karena kebencian dan sakit hati yang terjadi.
Muliakanlah semua yang engkau rasa sebagai keluarga. Mereka ibarat sayap-sayapmu yang membantumu untuk terbang tinggi menjelajahi hidup ini. Tempat asalmu ketika dirimu hendak kembali dari petualanganmu di dunia. Dan mereka adalah tanganmu. Keluargamu adalah kekuatanmu ketika banyak rintangan dan hambatan yang menghadang langkahmu.
Kelima: Eratkan Hubunganmu.
Hindarilah memutuskan suatu hubungan dengan siapa pun. Kecuali segala cara telah ditempuh untuk memperbaikinya. Karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Selalu menjalin berkelindan dalam rangkaian kelemahan dan kekuatan. Kebaikan dan keburukan. Selalu seperti itu.
Tetapi alangkah indahnya jika tertutupnya pintu kebaikan hubungan tidak diikuti dengan cercaan dan umpatan. Karena sebaiknya, kita masih memberikan ruang untuk kembali berbaikan dan terjalinnya hubungan itu kembali. Semoga nasehat dan kata bijak untuk sahabat ini, mengeratkan silaturahmi keluarga kita.
Keenam: Sayangi Anakmu.
Tak baik dan tidaklah bijaksana jika kita memaksakan kehendak kepada anak. Agar mereka sesuai dengan pendidikan yang kamu alami. Dan kamu paksakan kehendak itu kepada keturunanmu.
Setiap zaman dan setiap masa memiliki keadaan dan tantangan berbeda. Anak-anakmu diciptakan dan lahir ke dunia pada zaman dan takdir mereka masing-masing. Mereka bukan berada dalam zaman kamu sebelumnya.
Dan ingatlah. Berilah mereka pengetahuan dan keahlian yang memang mereka perlukan. Bukan apa yang kamu perlukan. Pengetahuan yang paling utama adalah pelajaran yang anak-anakmu butuhkan ketika mereka perlahan beranjak dewasa. Dan tahapan itu kadang banyak yang tak kamu rasakan.
Ketujuh: Memilih Sahabat Dekatmu.
Sebaik-baiknya teman dekat yang layak engkau sebut sebagai sahabat adalah orang yang menghadangmu menuju jalan kerusakan dan kemaksiatan kepada Tuhan. Dan orang yang layak engkau sebut musuh dan lawanmu adalah orang yang selalu membujukmu agar langkah kakimu berada di jalan maksiat dan kerusakan.
Semoga tujuh kata bijak untuk sahabat ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita, keluarga, dan orang-orang terdekat. Temukan hikmahnya dan jadilah seorang sahabat yang menyenangkan dan penuh kebijakan. Wallahu a’lam.

0 komentar:

Poskan Komentar